ProArgi-9 ProArg-9plus ProArgi9+

ProArgi-9 merupakan produk terobosan abad ini, “ The 1998 Nobel Prize Winning Research ”, berupa campuran asam amino L-arginine dengan bahan glycemic rendah sebagai co-factor..

Proargy detox your body now

you only live once why not improve your body and health right now.

WHY PROARGY-9+

Makes the heart. grow fonder : info 081937552150

Acknoledge the craving. your heart deserves it.

Acknoledge the craving. your heart deserves it..

proargi9 produk the best for your heart

proargi-9+ produk the best for your heart. follow me +628199965!!!

Ciri-ciri Orang yang Suka Pakai Narkoba

Narkoba yang bikin orang ketagihan tidak hanya dapat merusak otak, tetapi juga dapat merusak tubuh, penampilan dan perilaku. Secara fisik dan perilaku, ada beberapa ciri yang menunjukkan seseorang adalah pecandu atau pengguna narkoba.

"Ciri-ciri fisik memang ada yang kelihatan, terutama pengguna tahap lanjut jarum suntik," jelas dr Iskandar Hukom, Sekretaris Jenderal Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB), saat dihubungi detikHealth, Rabu (5/6/2012).



Berikut beberapa ciri-ciri fisik dan perilaku yang biasanya terlihat pada pengguna narkoba:

1. Terdapat bekas suntikan atau luka infeksi di tubuh
"Kalau yang pengguna narkoba suntik banyak bekas suntikan, biasanya di tangan. Dan karena kebanyakan alat suntik yang digunakan tidak steril maka bisa terjadi infeksi lokal," ujar dr Iskandar.

Selain luka bekas suntikan, biasanya di tubuh pecandu narkoba juga banyak luka sayatan. Bagian tubuh yang umum dilakukan penyuntikan adalah tangan, namun tidak sedikit yang menggunakannya di bagian tubuh yang tersembunyi sehingga tidak mudah terlihat.

 2. Terlihat mengantuk dan gelisah
"Bagi pengguna shabu biasanya dia susah tidur, jadi selalu tampak mengantuk dan gelisah. Tapi bukan berarti semua orang yang gelisah adalah pengguna narkoba," lanjut dr Iskandar.

 3. Mudah marah dan tersinggung
"Pengguna narkoba biasanya mood swing (perubahan suasana hati) tinggi sekali, jadi mudah tersinggung. Bisa tiba-tiba marah dan gampang berubah," tambah dr Iskandar.

 4. Beberapa berbadan kurus
"Badan kurus iya, tapi tidak berarti semua pengguna narkoba kurus. Karena ada jenis-jenis tertentu yang justru meningkatkan nafsu makan, seperti pil penenang, marijuana atau alkohol. Itu nafsu makannya jadi tinggi," lanjut dr Iskandar.

5. Sering bengong dan linglung
Orang yang menggunakan narkoba tertentu juga sering terlihat bengong, linglung, bicara pelo, sulit berkonsentrasi dan jalan sempoyongan. Pengguna narkoba juga cenderung menghindari kontak mata langsung dengan orang lain.

10 Hal Pengaruhi Seks Pria

Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.
Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof. Dr. Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM

:
1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.

3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.

4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.

5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.
6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.

7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.

8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.

9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.

10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.


Wanita Paling Suka Bercinta di Usia 28

Kepuasan seksual memang baru bisa dirasakan pada waktu-waktu tertentu. Survei terbaru mengungkapkan bahwa secara spesifik, wanita merasakan seks terbaik dalam hidupnya ketika berusia 28 tahun, namun sebaliknya pria tidak merasakan hal yang sama hingga berusia 33 tahun.


Studi di Inggris ini juga menemukan bahwa wanita paling sering melakukan hubungan seksual pada usia 25 tahun dan kehilangan keperawanannya pada usia 17 tahun. Sedangkan pria rata-rata kehilangan keperjakaannya pada usia 18 tahun namun paling aktif secara seksual ketika berusia 29 tahun seperti halnya dilansir dari newkerala, Rabu (30/5/2012).

Saat ditanya kapan partisipan merasakan seks terbaik dalam hidupnya, 40 persen dari 1.281 partisipan yang berusia 28 tahun mengaku saat inilah waktu yang terbaik. Namun partisipan berusia 50-an dan 60-an mengaku seks terbaiknya terjadi pada usia 46 tahun.

Uniknya, hasil survei ini berkebalikan dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa pria mencapai puncak seksualitasnya pada usia 18 tahun dan wanita 30 tahun.

Survei ini diselenggarakan oleh toko mainan seks online, lovehoney.co.uk yang sebelumnya juga pernah menyoroti kecenderungan wanita Inggris untuk melepaskan keperawanannya di usia tertentu.

Dalam survei itu, orang-orang yang berusia 20-an, 30an, 40-an dan 50-an kehilangan keperawanan pada usia rata-rata 17 tahun, namun orang-orang yang berusia 60-an tahun bisa menunggu hingga berusia 18 tahun.

Pakar hubungan Tracey Cox, 51, mengatakan bahwa temuan ini menghancurkan mitos bahwa wanita membutuhkan waktu lebih lama untuk menguasai respon seksualnya.

Meskipun sistem reproduksi wanita jauh lebih kompleks daripada pria, namun para wanita bisa menemukan bagaimana cara memanfaatkan sistem itu dengan baik meski tak secepat pria.

PESAN FACEBOOK

 
close
WHATS APP